Senin, 28 Maret 2011

Pokdakan “Sukowati” Panen Udang

Sluke-Bupati Rembang H.Moch Salim Kemarin menyaksikan panen Udang Vanamei kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) “Sukowati” dari Desa Sluke Kecamatan Sluke.


Budidaya udang sebelumnya sempat menjadi primadona masyarakat pesisir termasuk di Kabupaten Rembang. Namun sejak tahun 90-an sampai awal tahun2000-an semakin ditinggalkan oleh masyarakat petani tambak karena rentan terserang penyakit, sehingga menyebabkan gagal panen dan petani tambak mengalami kerugian.


Bupati Rembang H.Moch Salim ketika memberikan sambutan mengatakan, bantuan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat hanya bersifat stimulan. Kuncinya ada pada kelompok tani tambak itu sendiri. Ia berharap ketika tidak diberikan pendampingan masyarakat dapat mandiri.


Bupati juga menyatakan kegembiraannya dengan adanya inovasi-inovasi baru yang sangat bermanfaat meskipun sederhana.Terutama tertarik dengan pemberian pagar terpal untuk menghindari serangan hama kepiting dan adanya rumbai-rumbai dari plastik untuk menghindari serangan burung. Ia berharap agar inovasi-inovasi terus dilakukan seperti yang sedangkan dikembangkan di Kabupaten Rembang yaitu budidaya ikan dengan sistem herbal yaitu memberikan stimulan kepada ikan agar mampu menyerap nutrisi makanan dengan baik.


Sementara itu Suyanto ketua Pokdapan “Sukowati” mengatakan, dipilihnya udang vanamei karena mempunyai beberapa keunggulan, yaitu lebih tahan dari serangan penyakit dan umur pemeliharaan lebih pendek.Udang dengan ukuran 48 dapat di panen dalam 100 hari, sedangkan udang windu membutuhkan waktu 4 bulan untuk mencapai ukuran tersebut. Selain itu menurut Yanto ketika udang berusia dua bulan dan mengalami stress atau serangan penyakit, udang masih bisa dipanen dan menghasilkan keuntungan.


Yanto menjelaskan, panen udang kali ini dilakukan di tambak milik salah satu anggotannya yaitu wiji dengan luas kolam 4000 m2 diperkirakan mencapai 3 ton. Harga udang vanamei mencapai Rp 53.000 –Rp 55.000/Kg. untuk satu kolam dengan luas 3000 – 4000 m2 membutuhkan biaya pemeliharaan mencapai Rp 80-90 juta.


Selain Bupati, hadir kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jateng Subagyo, Kepala Balai Besar Perikanan Air Payau Jepara I Made Suta dan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Ir Suparman MM.

◄ Newer Post Older Post ►