Jumat, 08 April 2011

Sebagian Posyandu Belum Mandiri

Posyandu selama ini sudah memberi manfaat bagi masyarakat, terutama di pedesaan. Namun sebagian posyandu itu belum sampai tahap mandiri sehingga pelayanan yang diberikan juga belum maksimal.

Terkait hal itu, sejumlah 189 kader posyandu kemarin mengikuti pelatihan posyandu plus dan posyandu lansia. Kegiatan yang diadakan Tim Penggerak PKK Lamongan itu menghadirkan sejumlah nara sumber. Diantaranya Totok Isnanto dari Tim Penggerak PKK Pokja 2 Pemprov Jatim dengan materinya konsep dasar taman posyandu. Kemudian Dr. Taufik Hidayat dan Kasiati Bajuri dari Dinkes serta Endang Prihatini dari Dinas Pendidikan Lamongan dengan meterinya implementasi posyandu dan PAUD.

Menurut Endang, hingga saat ini rata-rata status posyandu masih pada tahap purnama. Sehingga selanjutnya perlu ditingkatkan statusnya menjadi tahap mandiri agar tujuan pelaksanaan posyandu bias dicapai dengan maksimal.

Untuk menuju kesana, saat ini di Lamongan telah dikembangkan pengelolaan posyandu plus dan posyandu lansia. Seperti dikatakan Ketua TPPKK Mahdumah Fadeli, seiring dengan perjalanannya waktu, ada perubahan peningkatan pelayanan dalam kegiatan revitalisasi posyandu. Diantaranya disebut dengan istilah posyandu plus dan posyandu lansia.

“Disebut plus karena dalam pengelolaan posyandu berintregrasi atau terdapat kegiatan pendidikan anak usia dini (PAUD), bina keluarga balita (BKB) dan posyandu lansia,” ujarnya. Sementara itu, posyandu lansia adalah salah satu wadah kegiatan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia, yang dikelolah dari, oleh dan untuk masyarakat dengan bantuan lintas sektoral.

Sedangkan jenis pelayanan yang bisa di dapat berupa penimbangan badan, tensi darah, pemeriksaan oleh dokter, pemberian obat bila perlu, serta konseling individu sesuai diagnosa. Pelayanan tersebut dikatakan olehnya bisa diperoleh di tempat-tempat seperti di rumah perangkat atau balai dusun serta di balai desa yang letaknya strategis, atau dilaksanakan sebulan sekali pada pos yang berbeda secara bergilir.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan dalam posyandu plus dan posyandu lansia dipengaruhi oleh keaktifan maupun inovasi yang dilakukan oleh para kader posyandu di wilayah Kabupaten Lamongan. “Tentunya perlu diadakannya pelatihan tambahan pengetahuan bagi para kader demi perkembangan, kemajuan, serta untuk menggugah kembali semangat tersebut,” pungkas dia.
◄ Newer Post Older Post ►