Senin, 21 Maret 2011

Bisnis Klender Dari Bunga Kering


kalender_kering
Tahun baru telah tiba. Sudahkan Anda memiliki kalender 2011? Di Surabaya, Jawa Timur, sekelompok ibu rumah tangga membuat kalender bermotif personel serta menggunakan bahan daru ulang ramah lingkungan. Mereka memanfaatkan keindahan bunga dan daun kering.

Menurut Hanna Vandayani, Ketua Yayasan Pondok Kasih, desain kalender yang dibuat sengaja disesuaikan dengan bunga-bunga yang ada di sekitar lingkungan mereka. Hal ini agar kelompoknya tak kesukaran dalam menentukan bahan baku yang akan dipakai. Meski demikian, komposisi dan warnanya dipilih dengan sangat hati-hati. "Sehingga produk ini menjadi suatu karya seni," kata Hanna, baru-baru ini.

Hanna menambahkan, tanggalan ini bisa disesuaikan dengan pesanan konsumen. "Terutama bagi perusahaan yang tengah menggalakkan green campain," ucapnya. Pesanan bisa dilakukan perorangan sesuai dengan jumlah dan desain yang diinginkan.

Untuk membuat tanggalan ini tidak sulit. Langkah pertama, jenas Hanna, adalah memilih bahan-bahannya, seperti bunga dan daun. Bunga dan daun itu disusun rapi di sebuah kertas. Setelah itu dilipat dan dimasukkan di sela-sela halaman sebuah majalah guna dikeringkan.

Setelah satu hari dikeringkan, bunga dan daun-daun itu disetrika. Setelah kering sempurna, bunga-bunga serta daun-daun kering tersebut dipilah-pilah dan disesuaikan dengan warnanya. Kemudian, tempelkan bunga-bunga dan daun-daun tersebut dalam lembaran tanggalan yang sudah berpola.

Elizabeth Rantepadang, ketua komunitas, mengaku senang dengan dengan pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga. "Dengan kegiatan ini, bisa meningkatkan keuangan ibu-ibu," ujar Elizabeth.

Senada dengan Elizabeth. Hanna juga berharap semua ibu rumah tangga bisa menjadi produktif sehingg dapat meningkatkan ekonomi mereka. "Dan yang lebih penting, usaha mereka di sini bisa ditularkan kepada yang lain dengan mengajari untuk melakukan usaha serupa," ucap Hanna.


◄ Newer Post Older Post ►