Jumat, 25 Februari 2011

Cara Budidaya Jamur Tiram


Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)

Komposisi medium jamur tiram dapat dikategorikan menjadi 4 jenis, yaitu:

- Medium Potato Dextrose Agar untuk bibit F0


Medium Potato Dextrose Agar (PDA) merupakan medium umum yang dipergunakan untuk memelihara kultur murni Jamur Tiram (bibit F0).

Bahan untuk membuat medium PDA antara lain:

  • 200 gr Kentang
  • 20 gr Dekstrosa
  • 20 gr Agar
  • 600 mL akuades

Cara membuat:

200 gr kentang dikupas, dicuci, dipotong dadu dengan ukuran 1×1x1cm, kemudian dimasukkan ke dalam gelas piala yang berisi 500 mL akuades. Setelah kentang lunak (tetapi tidak hancur), saring air rebusan dengan kain kasa bersih. Ekstrak kentang ini selanjutnya dimasukkan ke dalam gelas piala lain, tambahkan 20 gr dekstrosa, 20 gr agar, dah ditambah akuades hingga volume total 500 mL. Aduk hingga homogen dan mendidih. Masukkan medium PDA kedalam labu Erlenmeyer, lalu sterilisasi dengan menggunakan autoklaf pada tekanan 121psi selama 15 menit. Medium PDA yang telah steril dituangkan ke dalam cawan petri ( yang tentunya telah disterilkan sebelumnya) sebanyak 10-15mL. Biarkan medium hingga membeku, selanjutnya miselium jamur tiram siap diinokulasikan .@informasi-budidaya

- Log botol selai untuk bibit F1

Log botol selai digunakan untuk adaptasi awal miselium jamur tiram dari kultur murni yang ditumbuhkan pada medium PDA (Potato Dextrose Agar) ke kultur produksi dengan menggunakan medium serbuk kayu. Adapun komposisi medium log botol selain antara lain Serbuk kayu: Jagung Pecah:Beras Merah:Gula Putih:NPK: (100:100:25:4:1). Semua bahan kemudian dicampur di dalam panci, ditambahkan air secukupnya, dan dimasak seperti menanak nasi. Setelah dingin, media pertumbuhan jamur dimasukkan ke dalam botol selai hingga 3/5 volume botol, ditutup dengan plastik tahan panas, dan disterilisasi dengan menggunakan autoklaf pada tekanan 121psi selama 15 menit. Log botol selai yang telah steril diinokulasi dengan menggunakan miselium jamur tiram yang ditumbuhkan pada medium PDA.

- Log Tebar untuk bibit F2

Log terbar memiliki bobot 0.5 kg, digunakan untuk adaptasi miselium jamur tiram pada skala produksi yang lebih besar, dan medium yang relatif sederhana. Komposisi medium log 0.5 kg antara lain Serbuk Kayu: Dedak:Jagung:Kapur Dolomit:NPK (100:10:5:2.5:1). Semua bahan dicampur di dalam wadah plastik kemudian ditambahkan air secukupnya. Penggunaan volume air tidak dapat ditentukan secara pasti karena menyesuaikan dengan tingkat kelembaban serbuk kayu yang digunakan. Kelembaban medium dianggap cukup ketika serbuk kayu bersifat kompak (ketika dikepal tidak terurai) dan ketika diperas tidak mengeluarkan air. Sebanyak 0.5 kg medium kemudian dimasukkan ke dalam plastik tahan panas ukuran 1 kg, diberi ring pvc diameter 1″ sepanjang 3 cm, ditutup dengan kapuk, dan disterilisasi pada tekanan 121psi selama 1jam. Setelah steril, medium diangin-anginkan hingga kapuk penutup kering dan tidak ada uap air pada permukaan dalam plastik log. Log 0.5 kg selanjutnya diinokulasi dengan menggunakan miselium jamur tiram yang berasal dari log botol selai.

- Log Produksi untuk bibit F3

Komposisi dan pembuatan log produksi yang memiliki bobot 2 kg tidak jauh berbeda dengan log 0.5 kg. Log inilah yang selanjutnya dipakai untuk memproduksi jamur tiram.

◄ Newer Post Older Post ►